Selasa, 08 Februari 2011

Ahlaqul lil banin 3

الولد الاديب
pelajaran bagian ke dua klik disini

Anak yang tidak sopan

1. Anak yang tidak sopan: tidak berakhlak kepada kedua orang tuanya dan guru-gurunya, dan tidak menghormati yang lebih dewasa darinya, dan tidak sayang kepada yang lebih kecil darinya, dan suka berdusta bila bicara, dan mengangkat suaranya bila tertawa, dan suka mencela, dan bicaranya tidak sopan, dan suka bertengkar serta mengejek, suka sombong atasnya, dan tidak merasa malu untuk berbuat yang buruk, dan tidak suka mendengar nasihat.


Keterangan :

Tidak sopannya seorang anak adalah menunjukkan betapa tidak berpendidikan nya anak itu, sebab tidak mungkin bila seorang anak terdidik dengan akhlak yang baik, akan melakukan hal-hal yang buruk seperti di ceritakan di atas, atau mungkin pendidikan akhlak yang didapat anak itu tidak dipakai untuk bersosialisasi dengan sesamanya.

Sifat-sifat buruk yang di ceritakan di atas , adalah kelakuan yang sangat fatal mengingat semua yang disebutkan di atas adalah orang yang punya jasa kepada kita, baik itu orang tua, guru, orang yang lebih tua, adapun tidak sayangnya terhadap yang lebih kecil sebetulnya menunjukkan kekasaran prilakunya .

Seorang anak yang berakhlak sebisa mungkin pasti akan menjaga lisannya untuk tidak berbohong, karena biasanya seorang yang pernah berbohong sekali pasti akan terpancing untuk bohong selanjutnya, hal itu merasa perlu ia lakukan untuk menutupi kebohongan pertama. Pada awalnya merasa berdosa namun bila berketerusan berbohong ia akan menganggap bohong itu hal biasa, padahal ini salah satu ciri orang Munafiq.

Diantara menjaga lisan adalah tidak merendahkan orang lain baik dalam bentuk menghina mengejek, mengumpat ataupun memaki, karena itu bukan merupakan sifat seorang anak yang berakhlak tapi juga ciri bukan seorang mukmin seperti dalam hadits nabi.

“ bukan orang beriman yang suka berkata keji, melaknat dan suka memaki , begitulah kurang lebih yang ,mulia nabi kita memberikan nasihat. Ingat !.. lisan atau lidah adalah bagian dari tubuh kita yang tidak bertulang , tapi yang dikeluarkannya mampu menembus hati dan jantung seseorang, baik yang menyejukkan maupun yang menyakitkan, benarlah apa yang disampaikan Rasulullah dalam haditsnya yang lain

سلامة الانسان لحفظ اللسان

Manusia akan selamat bila bisa menjaga lisannya.

Karena siapa yang paling banyak bicaranya , maka paling banyak salahnya, dan siapa yang paling banyak salahnya, maka paling banyak dosanya, dan orang yang paling banyak dosanya maka masuk neraka lebih utama baginya.

Adapun seseorang yang tidak lagi merasa malu untuk berbuat yang jelek maka boleh jadi itu menunjukkan tipisnya keimanannya, adapun sombong adalah dosa makhluk Allah yang pertama dan merupakan prilaku Iblis, maka wajar bila dalam sebuah hadits kudsi Allah berfirman.

لا يدخل الجنة من كان فى قلبه درة من الكبر

Tidak akan masuk Syurga orang yang ada di dalam hatinya sifat sombong meskipun (hanya) sebesar biji Sawi. “naudzu billah.

Dan diantara akibat sombong ialah enggan menerima nasehat, ia merasa tidak perlu mendengar tausia karena ia menganggap dirinya sudah pintar.

1 komentar:

  1. ass. saya izin cofy ya.. hatur nuwun . smoga jadi bermanfaat.. semoga sukses selalu..santri kreatif cabang bina fitrah.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan anda