Kak Andy
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Januari 2013

memahami makna "MEMBACA


Maka apabila kamu membaca al-Qur,an mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk (QS 16:98)

Ayat tersebut menurut saya yang fakir ilmu mempunyai dua maksud.

pertama : berkaitan dengan masalah hukum, yakni di anjurkan, kalau tidak boleh dikatakan wajib saat akan membaca al-Qur,an di awali dengan membaca "Isti'adzah (a'udzu) , hal ini di lihat dari redaksi kalamnya, yakni adanya Fiil Amr, sebagaimana Qaidah syara mengatakan 

" الاصل في الامر للوجب

Asal hukum dalam perintah adalah kewajiban.

kedua : kata atau kalimat QARAA menurut saya bukan hanya bermakna "Membaca, seperti yang kita fahami selama ini, tapi mempunyai makna yang lebih dalam, karena bila kita perhatikan secara historinya al-Qur,an turun di negri Arab, yang bila diperdengarkan pendengarnya pasti faham arti bahkan maksudnya, ini berarti kata atau kalimat "Membaca bukan hanya sekedar mengucapkan suatu rangkaian kata yang tersusun menjadi kalimat, persis seperti kita membaca tulisan bahasa Inggris tapi sama sekali tidak faham arti apalagi maksudnya.

apalagi bila kita perhatikan makna selanjutnya,

 "mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk

permintaan perlindungan ada kaitannya dengan hasil membaca, yakni menyimak dan memahami, lalu selanjutnya mengamalkan, pada tahap itulah godaan setan silih berganti, untuk dapat melemahkan semangat belajar dan mengamalkan al-Qur,an.

bagaimana penafsiran anda ?..

Rabu, 09 Februari 2011

Aqidah 3

Baca dahulu bagian sebelumnya, klik di sini
S. Apakah maha Esa itu ?


J. Makna Esa ialah kita yakin bahwasanya Allah SWT, Maha Esa tidak ada sekutu baginya.

S. Apakah makna yang Berkuasa

J. makna yang berkuasa ; ialah kita yakin bahwasanya Allah SWT, berkuasa atas segala sesuatu.

S. Apakah makna berkehendak ?

J. Makna berkehendak : ialah kita yakin bahwasanya Allah SWT, melakukan yang Ia kehendaki.

S. apakah makna yang Mengetahui

J. Makkna yang Mengetahui : ialah kita yakin bahwasanya Allah SWT, mengetahui segala sesuatu.

Keterangan :

Allah itu tunggal, andai saja Allah itu dua maka tentu akan berbeda cara mengatur alam ini, apalagi kalau sampai tiga seperti doktrin trinitas dalam Kristen, atau agama-agama yang paling banyak memiliki tuhan tentunya setiap tuhan akan mempunyai konsep sendiri dalam mengatur alam ini apalagi mengatur makhluk-Nya.,. bagaimana pendapat anda jika sebuah bahtera berlayar dengan dua nakhoda, dan satunya bukan cadangan melainkan ingin sama-sama mengemudi, maka yang terjadi kemunginan besar kapal akan tenggelam., apalagi dalam bertuhan.

Allah berfirman: "Janganlah kamu menyembah dua tuhan; sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut".(QS 16;51)

Dalam ayat yang lain Allah juga mengingatkan sebagai tanda belas asih-Nya kepada kita sebagai hamba-Nya.

Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai `Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.(QS 21;22).

Selanjutnya,Allah Maha Kuasa, kekuasaan-Nya tanpa batas “ Unlimitid tak ada yang dapat membatasi kekuasaan-Nya, Dia di atas segalanya.

Allah mempunyai kehendak yang berkaitan dengan takdir hamba-Nya baik itu baik maupun buruk, namun kehendaknya sebenarnya selalu baik untuk kita hanya saja terkadang kita tidak sabar menunggu hikmah di balik sesuatu yang Allah timpakan kepada kita, padahal bila kita bersabar hal itu mengundang datangnya pahala, bahkan boleh jadi musibah yang Allah takdirkan kepada kita menjadi penghapus dosa kita, karena kata Rasulullah ada dosa yang tidak bisa hilang hanya dengan istighfar , namun bisa hapus manakala hamba itu sabar dalam menghadapi musibah. dan bila Ia berkehendak tak ada yang dapat menghalanginya.

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia. (QS 36;82)

Allah maha mengetahui : pengetahuan Allah bila dibandingkan dengan pengetahuan kita ibarat jari yang dicelupkan pada lautan lalu kita angkat, nah yang membasahi jari kita itulah pengetahuan kita, adapun yang di laut adalah ilmu Allah.

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).(QS 6;59)

Seekor semut hitam yang berjalan di atas batu hitam di waktu gelap malam gulita Allah Maha Tahu, yang dzahir dan yang tersembunyi Dia maha tahu, dan yang terdetik dalam hati terlintas dalam pikiran Dia juga Maha Tahu.

sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.(QS 89;14)

wallahu a’lam (bersambung)

Sabtu, 30 Mei 2009

PEMBAWA SIAL


(Jika terjadi kesialan, maka pada rumah, pada istri dan kendaraan HR Bukhari Muslim)

Penjelasan kalimat

(IN) Harfu syarthin menjazemkan pada fiil, disebut juga harf zaman / penunjuk masa

(KANA) fiil syarat namun tak dapat dijazemkan karena fiil madhi (KANA adalah fiil dengan karakter khusus) maka hukum jazemnya dalam perkiraan saja,

(ASSYU’MU) Isim dari KANA dan rafa’nya jelas dengan Dhommah sebagai Isim MUFRAD, adapun kalimat SYU’MU adalam Masdar/akar kata dari fiil madhi SYAAMA.

(FA) sebagai jawab dari IN

(FID DARI) jar majrur dengan kasrah sebagai Mufrad, dan dalam urutan kalam, sebagai Khabar dari KANA , yang berupa khabar Ghairu Mufrad, maka hukum Nasabnya hanya dalam kira kiranya.

(WAL MAR ATI –WAL FARASI) adalam athaf dari FID DARI dengan kedudukan antonim sebagai Maktuf ‘alaihi. Adapun lafad . AD-DARUN—AL MAR ATU dan AL-FARASU dapat digolongkan sebagai Isim Jumud, yakni tidak berasal dari tasyrifan.

URAIAN HADITS (dinukil dari kitab Muhktarul hadits)

Matan atau isi hadits tersebut di atas bukan berarti bermakna tahayyul , karena dilihat dari perawinya (Bukhari Muslim), rasanya kita kenal 2 orang syek hadits ini. Maka tentunya tergantung bagaimana kita memaknai hadits tersebut.

RUMAH SIAL, secara logika ini masuk di akal bila sistem atau rancang bangun rumah kita tidak sebagaimana mestinya yang dianjurkan para arsitek yang profesional , yang tidak hanya menitik beratkan pada keindahan eksterior ,interior dan kokohnya sebuah bangunan serta tata letak tiap ruangan, tapi juga pada sirkulasi udara dan sinar matahari yang cukup agar penghuninya merasa nyaman dan sehat. Adapun dalam kaca mata agama sebuah rumah yang didalamnya tidak teralun bacaan ayat suci al-Qur,an dari lisan penghuninya (bukan televisi atau vcd dan radio) apalagi tak pernah ditegakkan shalat di dalamnya, tentunya akan menjadi rumah yang nyaman setan berkembang biak. Nah tentunya kita tahu dalam hal ini, setan yang terbuat dari api akan membuat suasana rumah sumpek walau luas, hawa panas, dan selanjutnya penghuninya cenderung mudah tersinggung dan emosional, pernahkan anda terjebak macet di terik matahari bagaimana tingkat emosional anda ?

PASANGAN SIAL . dalam sebuah buku disebutkan untuk membentuk anak yang shaleh bukan ketika anak itu telah lahir, tapi jauh ketika mencari calon ibunya, dan kesalahan kita dalam memaknai sebuah cinta. Kesialan terjadi manakala arti cinta , yaitu yang saling melengkapi , saling memahami dan menyatukan 2 sifat yang berbeda dengan saling pengertian, sudah diabaikan dan masing masing mulai mempertahankan egonya.

KENDARAAN SIAL. Pernahkah anda ketika sedang sakit, atau sedang santai lalu lewat sebuah kendaraan dengan suara bising , bahkan knalpot berasap tebal anda hendak marah tapi kendaraan tersebut sudah jauh berlalu, ketidak berdayaan anda adalah indikasi, bahwai anda ada pada posisi teraniaya, lalu tidak mustahil keluar sumpah serapah, kutukan dan caki maki, bagaimana kalu yang teraniaya teramat banyak , atau paling tidak banyak yang merasa terganggu dengan hal tersebut, lalu keluarlah kata-kata kutukan, yang diaminkan oleh Allah. Atau memang kendaraan itu sendiri yang tak layak pakai, dari kondisi body dan mesin yang sudah harus masuk bengkel atau malah harus sudah ditimbang saja di tukang besi tua.

Dalam surat at-thaghabun 64 ayat 11 Allah berfirman.

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Namun ayat tersebut tidak menafikan adalah hukum kausalita atau sebab akibat, bukankah sebab akibat juga merupakan sunnatullah, saat anda melepaskan batu dari tangan anda beberapa centi diatas tanah diatas kaki anda, jangan sekali kali anda mengatakan “kalau Allah tidak mengijinkan ,batu ini tidak akan jatuh kekaki saya melainkan akan melayang dan jatuh ditempat jauh. Karena secara Sunnatullah batu itu dengan gaya beratnya akan jatuh lurus karena gravitasi bumi di bawah kaki anda. (wallahu a’lam bissawab)