Kak Andy
Tampilkan postingan dengan label Ahlaq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlaq. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juli 2014

Memahami sebuah ungkapan

Sebagaimana yang  kita pahami, bahasa Indonesia merupakan bahasa campuran yang terdiri dari beberapa bahasa , di antaranya Melayu, Arab , Belanda, Sanskerta dll.

Banyak ungkapan atau istilah dari bahasa tersebut yang kita pakai baik untuk obrolan ringan sehari-hari, seminar, presentasi  membuat  artikel dll.

Namun yang patut kita ketahui ketika kita menggunakan sesuatu ungkapan untuk hal yang urgen, maka merupakan  keniscayaan ungkapan atau kata tersebut kita kembalikan dari mana kata/ungkapan tersebut berasal.

Contohnya kata “Iman,  yang telah baku menjadi kosa-kata bahasa Indonesia , maka sebagai konsekuensinya , kata tersebut bisa di pakai oleh agama apa saja, begitu juga kata “Kafir. Padahal Iman mempunyai difinisi yang jelas dalam sebuah hadits “TASDIQUN BIL QALBI WA QAULUN BILLISAN QA ‘AMALUN BIL ARKAN (Membenarkan di hati , diucapkan di lidah dan diamalkan dengan anggota badan), lalu apa yang dibenarkan ? tentulah ini tentang Tauhid, atau meng- Esakan Allah yang jelas  bertentangan dengan kepercayaan agama lain.

Begitu pun dengan kata “Kafir, di samping kata kafir mempunyai beberapa makna , di antaranya menutupi, mengingkari, juga punya ta’rif secara syar’e.

Dengan ini marilah kita gunakan ungkapan secara Arif dan proporsional.


Rabu, 22 Mei 2013

Murid yang di cintai


التلميذ المحبوب
كان بعض الاساتذة يحبّ أحد تلامذته. أكثر من زملائه, فتعجّبوا من ذلك. و قالوا : لاي شئ يحبّ أستاذنا هذالتلميذ أكثر منّا ؟ فأراد الاستاذ أنّ يظهر لهم السبب فى ذلك , فأعطى كلّ واحد منهم دجاجة, وقال : لينفرد كلّ واحد منكم في مكان, وليذبخ الجاجة حيث يراه أحد. فامتثل التلامذ أمر الاستاذ , الا ذلك التلميذ الواحد, فانه ردّ الدجاجة. فقال له أستاذه : مالك كم تذبخ دجاجتك, كما ذبخ أصحابك ؟ فقال : لانّ لم أقدر أن أنفرد فى مكان, لا يرانى فيه أحد, فانّ الله يرانى فى مكان موضع. فقال  الاساتذة للتلاميذ : أنظر الى هذالتلميذ : يخاف الله, ولا ينساه فى أى مكان , فلهذا أحببته أكثر منكم, ولا شكّ أنه اذا كبر يكون من الصالحين . المطيعين لربّهم فى كلّ حين
Murid yang dicintai

Terjadi sebahagian ustad sangat menyayangi seorang muridnya. Lebih sayang dari dari teman-temannya. Maka heran temannya karena hal tersebut. Dan mereka bertanya, karena sesuatu apakah guru kita menyayangi murid ini lebih sayang dari kita ?

Maka ustad ingin menjelaskan alasannya yang menjadi sebab itu, lalu ia memberi setiap orang dari mereka ayam. Dan berkata “ hendaklah masing-masing kalian menyendiri di suatu tempat  dan menyembelih agar agar tidak terlihat oleh seorang pun, semua murid pun mematuhi perintah guru itu, kecuali murid yang itu saja, ia mengembalikan ayam itu.

Kemudian gurunya berkata  kepadanya , “ mengapa engkau tidak menyembelih ayammu seperti yang dilakukan oleh teman-temanmu ? anak itu menjawab ,”karena saya tidak bisa menyendiri di suat tempat tanpa terlihat oleh seorang pun, sesungguhnya Allah melihatku di setiap tempat.

 Kemudian guru itu berkata kepada murid-murid, “lihatlah kepada murid ini, ia takut kepada Allah dan tidak melupakan-Nya di tempat di mana pun. Itulah sebabnya saya lebih menyayanginya dari pada kalian. Tidaklah di ragukan , bahwa jika sudah besar, ia akan menjadi orang yang shaleh dan taat kepada pengaturnya di setiap waktu.

keterangan :
kisah di atas adalah mitivasi bagaimana menanamkan sifat jujur dan merasa di awasi oleh Allah disetiap tempat /ruang dan waktu.



Rabu, 08 Mei 2013

Kewajiban anak Muslim


واجب الولد نحو ربه تعالى
1.أيهالولد الآديب : لقد منّ الله تعالى عليك بنعم كثيرة : أوجدك بعد العدم,
 وجعل لك عقلا , وهداك الى دين الاسلام, الذى هو أعظم نعمة, وأنعم عليك
بالسمع والبصير واللسان, واليدين والرجلين, وخلقك بشراسويّا, فى أحسن خلقه
كما قال تعالى : ( لقد خلقنا لانسان فى أحسن تقويم) و أعطاك الصحّة والعافية,
ووضع الرحمة لك فى قلوب والديك, حتّى ربّيك تربيّة كاملة, و حبّبك الى أستاذك
حتّى علّمك مايفيدك فى دينك ودنياك, الى غير ذلك من نعمه تعالى التى لا تحصى :
و ان تعدّوا نعمة الله  لا تحصوها .

Kewajiban seorang anak terhadap Allah yang maha tinggi.

Wahai anak yang berakhlaq !...sungguh telah memberi Allah kepadamu dengan nikmat yang banyak, yaitu ‘ Ia mengadakanmu sesudah kamu tidak ada, menjadikan bagi kamu akal, dan menunjukimu kepada agama Islam, yang menjadi paling agungnya kenikmatan, dan memberi nikmat bagimu dengan pendengaran, penglihatan dan dua lisan, dan dua tangan, dan dua kaki, dan menjadikanmu manusia yang sempurna, pada sebaik-baik bentuk ciptaan, sebagaimana firman-Nya ( sungguh benar-benar Kami ciptakan manusia di dalam bentuk yang sebaik-baiknya ,QS 95 :4 ).

Dan Dia memberimu dengan sehat (badan) dan Afiat (jiwa) dan meletakkan rachmat bagimu di hati ke dua orang tuamu, sehingga keduanya mendidikmu dengan pendidikan yang sempurna, dan menyayangi gurumu, sehingga mengajarimu apa yang memberi faedah di dalam agama dan duniamu, dan selain itu dari nikmat-nikmat-Nya yang tiada terhingga : ( dan jika kamu menghitung nikmat Allah maka kamu tidak akan dapat menghitungnya. Qs 16:18)

Al hamdulillah .. salam jumpa visitor setelah beberapa lama absen , karena mengurus orang tua yang sedang sakit al hamdulillah kini Allah memberi kesempatan untuk mengisi blogg setelah beberapa waktu terbengkalai.

Dalam bab ini dijelaskan akan kewajiban anak, sebenarnya bukan hanya anak saja tapi kewajiban manusia secara umum kepada Allah SWT.

Betapa besar nikmat yang Allah karuniakan kepada kita selaku hamba-Nya, yang di mulai dari ketiadaan menjadi ada, dan adanya kita ini merupakan nikmat tersendiri, karena dari sinilah awal kita menikmati segala fasilitas kehidupan yang Allah telah siapkan untuk kita.
Allah juga mengarunia kita akal, yang tidak di berikan-Nya kepada hewan, Allah memberikan akal kepada Malaikat, Jin dan manusia, dan manusia juga Jin sebagai makhluk mukallaf (yang dibebani kewajiban ibadah) di barengi dengan hawa nafsu, dan dengan bekal akal inilah sebagai fasilitas canggih manusia dapat mencapai peradaban tehknologi yang sangat mengagumkan.

 Allah juga menunjuki kita kepada agama Islam sebagi karunia terbesar dan termahal dalam hidup, juga karunia ke imanan , namun terkadang manusia tidak merawat nikmat terbesar tersebut sehingga lambat laun nikmat itu hanya tertinggal sisanya, bahkan yang fatal tidak adanya kebanggaan atau loyalitas (sifat Wala’) kepada nikmat terbesar tersebut.

Tidak cukup hanya dengan itu , Allah memberi fasilitas penunjangnya, yakni pendengaran, penglihatan , dua lisan, dua tangan, dua kaki yang menjadi ciri khas manusia sebagai makhluk yang sempurna, hanya pertanyaannya sejauh mana kita memakai fasilitas tersebut untuk meraih ridha Allah ?

Manusia adalah makhluk yang sempurna baik dari segi fisik maupun psikis, karena itulah Allah meletakkan rasa kasih dan sayang dalam hati hamba-Nya, bahkan bukan hanya manusia hewan pun juga Allah karuniakan kasih sayang itu, sehingga hewan yang paling ganas pun menyusui anaknya.

Dan dengan perasaan itu kita saling menyayangi, merasa saling membutuhkan, merasa punya tanggung jawab untuk kebaikan yang lainnya.

begitu besarnya nikmat dan karunia Allah tersebut, hingga bila kita mencoba untuk menghitungnya, maka kita tidak akan pernah bisa , karena dapat menghitung itu sendiri juga sbagian dari nikmat-Nya.

Wallahu a’lam.



Selasa, 16 April 2013

binalah diri kita sejak dini


4. Bila anak itu telah dewasa dan terbiasa dengan prilaku yang rusak, maka sulit sekali mendidik dan memperbaikinya, dan apalagi mengembalikan kepada asalnya (di ulang lagi) seperti ungkapan syair.

Berakhlaq sungguh bermanfaat sejak kecilnya

Dan tidak bermanfaat bila sudah masa tuanya.

Sungguh sebatang pohon bila telah tebal bila ingin meluruskannya

Dan tidak mungkin dapat engkau membentuknya bila telah keras.

Keterangan :

Ada sebuah ungkapan “bisa karena terbiasa, seorang anak , contohnya anak perempuan , bila sejak kecil sang anak dibiasakan dengan pakaian mini dan ketat, maka tak ada lagi rasa canggung memakai pakaian model tersebut ketika dewasanya, kebiasaan atau pembiasaan tersebut yang menjadi penyebab sang perempuan merasa biasa , enjoy atau rileks mengenakan pakaian yang menurut adat ketimuran apalagi sebagai Muslimah tersebut adalah tidak sopan.

Pengkondisian yang begitu lama telah membentuk karakter seorang anak menjadi sedemikian rupa bahkan mendarah daging dan menjadi hal yang biasa, hingga mendidik untuk di sadarkan dikembalikan kepada fitrahnya menjadi sebagai Muslimah begitu sulit, walau bukan tidak mungkin.

Seorang yang sudah dewasa pun bila terbiasa dengan hal hal yang buruk yang pada awal mulanya canggung lama kelamaan akan terbiasa dan adaptasi dengan kebiasaan buruknya, itulah yang menjadi salah satu ciri dari tanggalnya keimanan dari hati seseorang, yakni melakukan dosa tanpa rasa bersalah, karena dosa dosa itu telah berkerak dan mengkarat dalam hatinya. Seorang sahabat pernah bertanya kepada baginda nabi yang mulia.

ما هو الاثم ؟ قال : الاثم ما حاك فى نفسك و كرهت أن يطّلع الناس (الحديث)

Apakah dosa itu ? Rasulullah SAW. Menjawab “ dosa adalah yang menggelisahkan hatimu dan kamu tidak mau dilihat orang (al-hadits)

Itulah karakter dosa yang ada di hati atau dilakukan oleh orang beriman yakni menimbulkan rasa malu, canggung dan ganjalan saat dilakukan, namun berbahagialah bila rasa itu masih ada , karena hal itu pertanda masih adanya keimanan dalam hati kita, yang celaka manakala perbuatan dosa yang dilakukan seseorang namun tak ada lagi perasaan berdosa dan bersalah, rasa sensitivitas keimanan kita sudah kumpul, hal ini terjadi lantaran permukaan hati kita yang ibarat cermin sudah ditebali oleh noda noda dari dosa dosa yang telah lekat dan lengket berkarat, di permukaan nya.

Yuk !... binalah diri kita sejak dini, dan tak ada kata terlambat untuk kembali menata diri sesuai kehendak Allah demi menggapai ridhaNya,



Minggu, 07 April 2013

Akhlaq dan pandangan manusia


Dan sesungguhnya manusia kepada indahnya raut wajahmu,dan bagusnya pakaianmu, dan akan tetapi mereka melihat/menilai  kepada akhlaqmu, sebagaimana ungkapan syair.

jangan pandang seseorang kepada pakaiannya
jika kamu ingin mengenal , maka perhatikan kelakuannya
karena cendana jika kamu tidak mencium baunya
maka tidak dapat dibedakan mana gaharu mana kayu bakar.

Demikianlah ilmu ,tidak akan bermanfaat bila diikuti akhlaq yang buruk dan ilmu yang buruk dibenci orang banyak,lebih dibenci dari orang bodoh,maka wajib atasmu memperhatikan pendidikan  akhlaqmu, sebagaimana memperhatikan, menuntut ilmu  dan pengetahuan.

dalam pelajaran akhlaq di atas dijelaskan tentang betapa bernilai dan perlunya berakhlaq yang mulia,karena akhlaq bagaikan kemasan dan aksesoris yang merupakan pancaran dari hati bagi setiap orang.
karena manusia bila dinilai bukan dari penampakan bentuk, baik badan yang seksi, atletis, wajah menawan hingga memikat setiap yang memandang,juga bukan dinilai dari baju, sebagai kiasan dari strata atau kedudukan sosial di mata masyarakat, berpangkat atau berharta, atau berkedudukan , namun manusia akan dinilai dari bagusnya dia bertingkah laku, santunnya dalam bertutur kata dan sopannya dalam menampilkan sikapnya di depan manusia.

begitulah sebuah syair Arab membuat sebuah perumpamaan, bagaimana cara menilai seseorang dengan penilaian yang sangat bijak,yakni bukan berpijak penilaiannya kepada sisi akhlaq atau moral.

Bahkan betapa pun tingginya ilmu kita, bila tidak di ikuti dengan budi pekerti yang agung, maka ilmu yang kita miliki tidak akan banyak memberi manfaat, karena orang lain merasa tidak perlu atau enggan mencari atau mengambil manfaat dari ilmu yang dimiliki oleh seseorang yang berakhlaq buruk.
Alangkah mulia dan indahnya orang berilmu bila di ikuti oleh prilaku yang agung, yakni bukan hanya pandai menyuruh dan membuat sebuah retorika serta segudang wacana m namun dia menjadi pelaksana utamanya, memberi contoh dengan aksi bukan hanya dengan kata-kata.

Orang berilmu yang berakhlaq tidak muluk muluk dalam mempresentasikan sesuatu wacana namun ,mengedepankan sesuatu yang realistik mudah dan ada kepastian dengan contoh yang mudah dan dekat di tiru,pandangannya sangat transedental/ jauh ke depan mementingkan banyak orang, serta menjaga nama baiknya, dalam wujud kwatir mengecewakan orang banyak.
wallahu aklam.


Jumat, 22 Maret 2013

Manusia makhluk sosial


Manusia adalah makhluk sosial, yang existensinya selalu menyertakan keberadaan orang lain tanpa terkecuali.

Allah telah menciptakan segala sesuatunya berpasang pasangan, yang satu dengan lainnya saling membutuhkan, dalam sebuah pepatah Arab dikatakan

“ andai saja tak ada penjahat dengan kejahatannya
Maka menganggurlah polisi dan hakim.

Oleh karena itulah sudah sewajarnyalah sebagi makhluk sosial yang saling membutuhkan manusia harus saling menyayangi satu dengan lainnya, bukan tanpa alasan untuk kita saling memberi dan berbagi, karena dengan adanya saling berbalas jasa maka harmonisasi antar sesama akan terjaga, saat kita sudah menanam jasa kepada orang lain, pada saat tertimpa kesulitan akan mudah orang lain membantu kita, setidaknya kita tidak harus malu manakala meminta pertolongan.

Ayo.. siapa yang merasa dapat hidup tanpa orang lain..?

Bahkan tertawa pun anda butuh orang lain... apalagi menangis

Senang butuh orang lain, apalagi dalam kesulitan.




Rabu, 06 Maret 2013

Anjuran berakhlak mulia


2. Maka berakhlaklah kamu dengan akhlak yang terpuji, dan baguskan akhlak dari sejak kecilmu, supaya kamu menjadi terbiasa pada masa tuamu, dan kamu harus memaksa dirimu  (untuk berakhlak yang baik) pertama-tama, sehingga menjadi watak dan tabiatmu adalah 

akhlak yang terpuji.  Berfirman Allah yang maha tinggi “
“ Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan dirinya, dan merugilah orang yang 
mengotori dirinya. (QS 91; 9/10)
Dan bersabda baginda nabi Muhammad SAW. “ Paling banyak yang memasukkan manusia 
ke dalam surga ialah taqwa kepada Allah, dan baiknya akhlak, dan paling sempurnanya ke imanan seseorang ialah yang paling baik akhlaknya, sesungguhnya seorang mukmin sungguh ia akan mendapati dengan kebaikan akhlaknya derajat seperti derajat ahli puasa dan bangun shalat malam.

 Saudara sekalian kali ini, adalah pelajaran akhlak bagian kedua, yakni perintah untuk kita menjadi seorang yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti yang luhur, dan hal itu tentu harus dimulai sejak dini, yakni pada masih kanak-kanak, agar pada saat dewasanya sudah terbiasa dengan prilaku yang terpuji, bahkan bila perlu kita harus memaksa diri kita untuk berprilaku mulia,  agar prilaku mulia tersebut mendarah daging dan menjadi 
watak kita ketika kita dewasa.
Bukan hal yang buruk memaksa diri kita untuk melakukan hal yang baik, sebab setan terkadang lebih kuat menggoda kita dari kemauan kita untuk berbuat baik.
Dalam banyak ayat dan hadits Allah, dan rasul banyak memuji orang yang berakhlak mulia, bahkan menjadi jaminan akan masuknya seseorang ke dalam surga.


Rabu, 27 Februari 2013

Akhlaq lil banin bab 2


أيها الولد العزيز . ان الاخلاق الحسنة هي سبب سعادتك
فى الدنيا والاخرة. يرضى عنك ربك. ويجبك أسرتك و جميع
الناس, وتعيس بينهم محترما. وعكسها الاخلاق السيئة, فهي
أصل شقاوتك, فى الدنيا والاخرة : يسخط عليك الله , ويبغضك
أهل بيتك, و جميع الناس وتعيس بينهم محتقرّا ذليلا

Hai anak-anakku yang mulia, sesungguhnya akhlaq yang baik ialah yang menjadi sebab kebahagianmu di dunia dan di akhirat, tuhanmu senang/ridha kepadamu dan menyayangimu kerabatmu dan dan semua orang, dan kamu hidup di antara mereka saling menghormati.
Dan sebaliknya akhlaq yang buruk, maka ia adalah sumber/pangkal kesengsaraanmu, di dunia dan di akherat, Allah murka kepadamu, dan marah pula keluargamu, serta semua orang, dan kamu hidup di antara mereka dalam ke adaan terhina dan tercela.

Akhinal kiram..kali ini akhlaqul lil banin memasuki bab ke dua pada halaman pertama yakni halaman empat.

Pada awal babnya kembali kita di ingatkan akan pentingnya memelihara prilaku atau budi pekerti kita, yang menjadi hiasan atau bunga diri. Akhlaq adalah sesuatu yang utama yang harus kita pelajar dengan uraian sebagi berikut ini.

Pertama : Akhlaq kepada Allah, yakni menjaga amaliyah kita sesuai yang Allah kehendaki dan menjaga diri kita dari murka dan cemburu-Nya.

Kedua : akhlaq kepada Rasulullah, yakni memelihara , membiasakan, mencintai dan menjalankan sunnah-sunnahnya yang menjadi wujud atau tanda cinta kita kepada rasul yang mulia.

Ketiga : ahklaq kepada sesama yang dimuali dari orang tua kita, keluarga terdekat dan kerabat-kerabat kita serta menyambung tali silaturrachim lebih luas lagi dari kedua orang tua kita sebagi bukti Bhakti kita kepada keduanya. Manusia adalah makhluk sosial masing-masing kita saling membutuhkan maka dengan akhlaq yang terpuji di manapun kita berada akan di sukai dan di cintai banyak orang.

Ke empat ; akhlaq terhadap lingkungan, yakni menjaga dan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan dan menjadi warisan alam untuk anak cucu kita kelak.

Ke lima : akhlaq terhadap diri sendiri, yakni bagaimana kita memberdayakan titipan Allah baik berupa jiwa maupun raga yang di amanahkan kepada kita.

Dan terakhir ketauhilah ahklaq atau prilaku tercela akan membuat kita dikucilkan dan tidak disenangi orang banyak.


Minggu, 24 Februari 2013

2macam di benci manusia


Ada dua perkara yang kedua tidak di sukai oleh anak Adam, pertama adalah Kematian padahal Kematian adalah lebih baik daripada fitnah, kedua sedikit harta, padahal sedikit harta sedikit pula hisabnya ( Mukhtarul hadits)

Sudah menjadi hal yang sifatnya manusiawi yang melekat pada diri anak Adam, di antaranya ialah “Takut mati, Kematian adalah sesuatu yang pasti , hanya saja setiap kita berbeda menyikapinya, namun secara umum ketakutan itu pasti ada.

Pertama orang beriman , menyikapi Kematian selain sesuatu yang pasti, Kematian adalah pintu untuk memasuki ladang amalnya yang ia taman selama hidup, adapun ketakutan yang menghantuinya adalah rasa kwartir, kalau kalau amalnya tidak mendapat ridha dari Allah, sehingga ketika ia datang hendak memanen tak ada yang tumbuh dari perbuatan baiknya yang ia anggap sudah banyak ketika di tanam di alam dunia, ia kwartir ada tercampur ria  dan sum,ah, ia kwartir dalam harta halalnya ada terselip harta haram, maka karena hal itulah ia selalu bersikap hati-hati dalam hidup, ketakutan itulah yang membuat dirinya terpelihara dari banyak berbuat maksiat.

Kedua : pelaku maksiat juga takut terhadap Kematian, namun sayangnya akibat banyak dan seringnya berbuat maksiat pelaku nya merasa rilek, enjoy tanpa ada beban dan perasaan bersalah saat melakukan maksiat, karena dosa itu berkarat di hatinya hingga hati nurani yang berfungsi sebagi kontrol spiritualnya , telah tertutup oleh banyaknya kerak dosa, sehingga tak mampu memantulkan cahayanya .kesadaran akan Kematian baru muncul di ujung usianya saat semua yang bisa ia lakukan hanyalah sekedar sisa, sisa usia, sisa energi, sisa waktu, bahkan sisa harta, tak banyak yang bisa di perbuatnya pada akhirnya Kematian yang pasti bagi siapa saja menjadi hal yang sangat menakutkan, karena di akhir hidupnya merasa di kejar-kejar dosa.

Selanjutnya : sifat manusia yang lain ialah mengeluh dengan harta yang sedikit, dengan kekurangan atau kemiskinan yang mengungkung hidupnya, ketakutan itu berupa, takut tidak bisa memberikan kesejahteraan yang layak bagi keluarganya, takut bergaul karena merasa rendah diri dalam status sosialnya, takut dilecehkan dan ketakutan lainnya, namun dibalik kekurangan dan sedikitnya harta sebenarnya ada hikmah , yang perlu ia renungkan, bukankah banyak orang terjatuh dalam berbagai jenis prilaku maksiat karena mereka banyak harta, sehingga dapat memenuhi segala keinginan atau kecenderungan hawa nafsunya. Dan setidaknya harta yang sedikit sedikit pula pertanyaan akherat kelak, karena dalam hal harta Allah bertanya tentang harta itu dengan dua hal.

Pertama, dari mana  kamu dapatkan, dan kedua ke mana kamu keluarkan.

Karena berbagai macam cara mendapatkan dan mengeluarkan.

Pertama, didapat dari jalan yang halal keluar ke jalan yang halal

Kedua di dapat dari jalan yang haram keluar ke jalan yang halal

Ketiga . di dapat dari jalan yang halal keluar ke jalan yang haram

Ke empat di dapat dari jalan yang haram keluar ke jalan yang haram

Naudzu billah min dzalik..



Selasa, 19 Februari 2013

menghindari yang merugikan


Dan di antara kebiasaan yang merugikan juga ialah : berlebih-lebihan dan boros, contohnya ketika orang tua memberikan kepada anaknya uang,  ia membeli sesuatu yang tidak berguna lagi dibutuhkan dengan kebutuhan yang sangat, hingga terpaksa ia menghutang dari sahabatnya apabila ia butuh sesuatu , dan terbiasa berhutang sejak kecil.
Adapun anak yang berakal, maka sesungguhnya ia suka menabung dan rendah hati, hingga tidak perlu berhutang , maka ia akan hidup berduka cita dan bahagia.

Keterangan :

Bagian ini adalah bagian pelajaran pada halaman terakhir pada kitab “AKHLAQUL LIL BANIN BAB 1, halaman 31.

Visitor sekalian , .. hindari atau jauhi hal hal yang merugikan baik bagi orang lain maupun kepada kita sendiri, di antara contohnya ialah berlebih-lebihan, karena apa saja kalau berlebihan menjadi tidak baik, juga sikap boros menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak perlu, apalagi uang yang kita pakai bukan jerih payah kita sendiri melainkan masih pemberian orang tua.

Sedapat mungkin hindari membeli sesuatu yang tidak kita perlukan atau kita tidak mampu membelinya sehingga memaksakan diri dengan berutang  ingat.. konsep dalam membeli sesuatu ialah “Butuh dan Mampu, artinya kita butuh tapi tidak mampu, sebenarnya kita tidak butuh barang tersebut , kebutuhan yang kita rasakan boleh jadi hanya sekedar rekayasa dari perasaan kita , atau hawa nafsu kita karena melihat orang lain yang sama setara status sosialnya mempunyai barang tersebut, selanjutnya , mampu tapi kita tidak membutuhkan, lalu jika seperti itu untuk apa kita membelinya, bukankah itu merupakan sesuatu pemborosan ?

Seorang yang cerdas, tentu akan berpandangan jauh ke depan, yakni berusaha mengumpulkan investasi untuk masa depannya, bisa berupa ilmu bisa juga berupa finansial , sebagai jaminan untuk masa depannya.


Rabu, 13 Februari 2013

Menjaga makan


Jauhilah dari udara kotor, dan jangan kamu makan makanan yang terbuka, karena terkadang merayap d atasnya cecak dan tikus atau serangga lainnya, dan janganlah kamu makan makanan yang mentah atau basi, makanlah makanan yang sudah matang dan dicuci secara baik, dan jangan kamu minum air yang keruh , jangan kamu biarkan nyamuk menggigitmu, dan jauhilah  lalat serta usir dari hadapanmu, dan jangan kamu makan makanan yang di hinggapinya, dan jangan menjadi seperti anak anak yang rakus yang makan dari makanan yang dijual di pinggir jalan dari nampan atau piring yang terbuka yang dibiarkan untuk debu dan lalat.

Pelajaran ini adalah lanjutan dari pelajaran akhlak yang sebelumnya.

Adik adik atau pembaca sekalian hindari udara kotor atau berpolusi..

memang bila kita tinggal di kota-kota besar boleh dibilang tak ada ruang bagi udara bersih, namun setidaknya minim polusi yakni udara di pagi hari, karena telah dicuci malam harinya oleh embun, atau kita hindari berada di tempat-tempat yang banyak mengeluarkan atau menerbangkan asap dan debu,.  Kalaupun terpaksa harus beraktivitas di tempat tersebut pakailah tutup hidung agar udara kotor dapat tersaring oleh masker tersebut.

Tutuplah makanan agar tidak di datangi oleh binatang yang membawa penyakit baik tikus, cecak kecoa maupun serangga lainnya , hal lain lagi ialah manakala di dapur  kita memakai rak piring yang terbuka, (saya pernah melihat sendiri) tikus sering melewati bahkan bersembunyi di antara jejeran piring juga menjadi tempat berlalu lalang cecak .

Hindari juga makan makanan yang mentah baik berupa buah maupun makanan biasa masak dengan matang sempurna, cucilah buah sebelum dimakan dengan baik, karena sering kali buah-buahan yang berasal dari perkebunan tak luput dari semprotan pestisida, yang pada akhirnya bukan hanya meracuni hama tanaman tapi juga meracuni kita.

Minumlah air yang bersih, air yang bersih tidak harus berasal dari kemasan, banyak minuman galon isi ulang yang saya tahu  tidak menggunakan ultra violet untuk membunuh kuman, melainkan hanya penyaring , ini terbukti dari beberapa seringnya kita dapati mutu air yang jelek saat melewati beberapa hari , yakni keruh, berlendir bahkan banyak uget-ugetnya , anak jentik nyamuk.

Jangan juga mengabaikan gigitan nyamuk, karena tidak mustahil nyamuk yang menggigit kita adalah pembawa berbagai macam penyakit, seperti DBD, Malaria , kaki Gajah, ciku ngunya dll, usirlah jauh-jauh dari hadapan kita dengan obat nyamuk yang sehat.

Pakailah etika ketika kita makan , jangan seperti makannya anak yang rakus, yang tidak memperdulikan makanan yang dimakan apakah layak makan atau tidak, apalagi bila makan tersebut tersaji atau di gelar di jalanan tanpa tutup sehingga lalat dan debu leluasa menghinggapinya.

Sayangi raga yang menjadi tempat berdiamnya jiwa kita.


Rabu, 06 Februari 2013

Menjaga keselamatan diri


Dan hati-hati juga agar tidak tergelincir, di atas anak tangga, atau naik ke atas genteng, atau (memanjat) pohon sehingga terjatuh lalu terluka di antara anggota badan kamu atau kamu patah
 9. peliharalah atas kesehatanmu. Dengan berolah raga pada udara yang bersih setiap pagi, supaya sehat badanmu, karena jiwa yang sehat terletak pada badan yang sehat. An hiruplah udara dengan hidungmu bukan dengan mulutmu.

Keterangan.

Pelajaran ini merupakan lanjutan dari pelajaransebelumnya.

Yakni berhati-hatilah saat kita berada di tangga, baik di rumah maupun di gedung atau juga di maal, baik itu tangga biasa, eskalator, atau lif karena kekurang waspadaan kita di tempat-tempat tersebut bisa mengundang bahaya baik bagi diri kita , atau pada saat kita memerlukan sesuatu untuk naik ke atas genteng, karena posisi yang miring, kontruksi kerangka genteng atau asbes yang tidak kuat bisa menyebabkan bahaya bagi kita, atau juga pada saat kita naik ke atas pohon, bisa jadi ada dahan yang rapuh, atau batang yang kering dan mudah patah juga membahayakan bagi kita.

Rasulullah senang terhadap ummatnya yang sehat lagi kuat. Maka jagalah kesehatan kita, baik dengan menjaga pola makan, asupan gizi maupun olah raga teratur, terutama pada pagi hari, karena di pagi hari udara relatif lebih bersih.

Di antara tanda kekuasaan , ialah turunnya embun pada malam hari, apa kegunaan atau manfaatnya ?, logika sederhana saja. Embun adalah tetesan air yang sangat halus yang turun seperti asap, maka tentunya secara otamatis udara kotor yang beterbangan akan membawa turun debu tersebut jatuh ke tanah . makna yang sederhana, di antara manfaat embun ialah untuk mencuci udara dari  polusi.

Hingga kita pernah mendengar sebuah ungkapan , jiwa yang sehat terletak pada badan yang sehat, meski tidak selalu benar ungkapan ini namun makna sederhananya ialah , bila kita sehat maka banyak aktivitas yang bisa kita lakukan, dan menyibukkan diri dengan banyak kegiatan lantaran badan kita sehat dapat meminimalkan pikiran-pikiran negatif.
Hiruplah udara dengan hidung kita, karena hidung mempunyai bulu bulu halus yang berguna untuk menyaring udara kotor.

Bersambung.. insya Allah... 





Jumat, 01 Februari 2013

Dzalim dan kikir


Artinya :
Hati hati kamu kepada kedzaliman, karena sesungguhnya kedzaliman adalah kegelapan pada hari kiamat, dan hati-hatilah kalian kepada sifat kikir, karena sesungguhnya sifat kikir telah membinasakan orang yang sebelum kalian, dan menjadi penyebab pertumpahan darah serta menghalalkan sesuatu yang haram (HR Muslim)

Dzalim mempunyai devinisi "WAD'U SYAIIN ALA GHAIRI MAKANIHI (meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya), dzalim atau perbuatan dzalim atau aniaya terkadang tiak hanya menimpa orang lain namun juga menimpa pelaku itu sendiri, bila kita lihat dari ta'rif di atas, bayak hal yang dilakukan seseorang, atau kita yang bukan selayaknya kita lakukan baik secara kapasitas, keahlian maupun bila di pandang dari sudut syar'e, yang sering kita dengar dengan ungkapan "Tidak patut.

Adapun sifat pelit, bisa terjadi pada beberapa hal
pertama : pelit saat ada yang membutuhkan barang kita, dalam arti kata tidak mau meminjamkan saat ada yang sangat membutuhkan .
Kedua : pelit tidak mau memberi saat ada yang meminta minta, padahal sudah layak di sebut aghniya.
ke tiga : pelit ilmu, yakni tidak mau mengajarkan keahlian ilmu yang ia miliki, padahal ilmu adalah amanah.

selain itu, sifat pelit juga bisa membinasakan , yakni semakin renggangnya hubungan sosial antara aghniya dan fuqara, yang akhirnya menumbuhkan sifat antipati dan kecemburuan sosial, sehingga apa yang tadinya tidak boleh menjadi boleh, artinya ada yang mencari justifikasi atau pembenaran untuk merampas hartanya dengan alasan karena ia enggan berinfaq.