Kak Andy

Kamis, 03 Februari 2011

Fiqhul wadhi bag.2

Bagian pertama klik di sini


Yang ke dua : suci pada dirinya (namun) tidak mensucikan bagi yang lainnya, maka tidak boleh menggunakannya di dalam berwudhu, dan juga mandi , dan menjauhi najis, yaitu dua macam

1. Air bekas digunakan untuk mengangkat hadats (yaitu di dalam wudhu maupun mandi) atau di dalam menjauhi najis.

2. Air yang berubah disebabkan bercampur dengan barang yang suci seperti kopi atau teh.

Yang ke tiga: air yang suci pada dirinya juga dapat mensucikan bagi yang lainnya, (tapi) makruh menggunakannya, yaitu air yang dijemur.

Yang ke Empat : Air yang bernajis, maka tidak boleh menggunakannya, baik untuk berwudhu atau yang lainnya, yaitu dua macam.

1. Air yang sedikit yang bercampur di dalamnya najis, sama saja berubah atau tidak.

2. Air yang banyak yang berubah disebabkan najis.

Adapun air yang sedikit (ukurannya) selain dua kullah, dan banyaknya apa yang sampai dari dua kullah atau banyak. Dan dua kullah ukurannya kira-kira bila di taar sekitar 216 liter.


keterangan
Pada prinsipnya, selama air itu tidak berubah dari sifat aslinya yang meliputi warna rasa dan bau maka air tersebut boleh di pakai untuk bersuci , baik untuk berwudhu maupun mandi janabah, tanpa harus disyarati dengan banyak atau sedikitnya.

Namun para ulama mensyaratkan air dua kullah adalah bolehnya di ceduk langsung dengan tangan sebagaimana banyak dilakukan di masjid-masjid atau mosallah kampung bukan dari kran atau pancuran.

Mengenai sifat asli air tergantung dari mana air itu berasal terutama yang berkaitan dengan bau, karena secara umum warna air adalah bening, adapun rasa sifat aslinya berbeda tergantung dari mana air itu berasal, bila dari laut umumnya asin, sungai umumnya tawar, sumur bisa tawar bisa anta, bisa juga asin.

Adapun air PAM para ulama sepakat atas kesuciannya karena proses penyaringan telah mengembalikan air itu kepada sifat aslinya, dengan di qiaskan pada air tanah yang asalnya juga kotor, namun karena disaring oleh kepadatan tanah maka air menjadi bersih atau suci.

Rabu, 02 Februari 2011

Bertanya menambah wawasan


فسئلواأهل الذكر ان كنتم لاتعلمون 

Bertanyalah kepada ahlinya bila kamu tidak mengetahui nya.

Bertanya ketika usai taklim atau ketika menghadapi masalah yang rumit terlebih masalah ke agamaan adalah tradisi mulia yang di budayakan secara turun-temurun oleh para ulama, mereka tak pernah sungkan dan merasa malu untuk bertanya tentang sesuatu masalah dalam agama kepada orang yang lebih ahli manakala mereka belum atau tidak memahaminya.

Orang bijak mengatakan “bertanya adalah bahagian dari belajar, bahkan 75 persen ilmu di dapat dengan jalan bertanya. 

Ungkapan tersebut tidak aneh dan memang sangat masuk di akal, karena bertanya menunjukkan akan adanya kebutuhan terhadap ilmu sedangkan materi yang berjalan adalah sesuatu yang mau tidak mau harus ia ikuti.
Bertanya juga menunjukkan adanya kepedulian terhadap materi pelajaran yang sedang di ajarkan, tentunya secara tidak langsung merupakan sesuatu kehormatan bagi guru karena mendapat kepercayaan untuk bisa menyelesaikan sesuatu masalah yang belum di pahami penyelesaiannya.

Bertanya juga merupakan sikap rendah hati kita dan pengakuan jujur kita terhadap kurang pahamnya kita terhadap soal yang di tanyakan.

Namun bertanya menjadi sesuatu yang tidak boleh manakala, tujuannya 
1.       1.Untuk menguji ilmu seseorang(diperbolehkan bila kita seorang guru untuk mengetahui keberhasilan dalam belajar)

2.      2.Untuk mencari alasan agar terhindar dari kewajiban ,seperti watak orang Yahudi, mereka terlalu banyak bertanya yang intinya agar terhindar dari perintah seperti tentang masalah sapi yang harus di sembelih .

3.       3.Bertanya yang tidak perlu yang akhirnya jawabannya mempersulit si penanya.

Bila bertanya tidak kita budayakan saat taklim, kapan kreatifitas kita akan berkembang, tidak bertanya bagi seorang guru kepada muridnya akan menimbulkan beberapa asumsi, sudah faham, atau tidak sama sekali hingga tidak tahu apa yang harus di Tanya, atau tidak respon dengan materinya, dengan demikian guru juga boleh jadi tidak kreatif untuk memperluas wawasannya karena tak ada tantangan dari pertanyaan..

Yuk !.banyak bertanya agar wawasan kita semakin luas, bertanyalah  tentang apa saja ..

Sejarah bagian 2

نسبه ووفاة والده
bagian pertama klik di sini


(Nasabnya dan wafatnya kedua orang tuanya)


1. Ayahnya :Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasim bin Abdi Manaf bin Qusay bin Kilab.

2. Dan ibunya :Aminah binti Abi Wahab bin Zuhrah bin Kilab

3. Maka terkumpul ibunya dan ayahnya pada kakeknya yang ke lima, yaitu KIlab.

4. Dan sungguh wafat ayahnya, dan pada saat itu (Muhammad) dalam kandungan ibunya, dan umur (kandungannya) delapan Minggu (dua bulan) dan dikuburkan di Madinah, dia (Abdullah) tidak meninggalkan sesuatu pun dari harta.



Keterangan:

Terdapat kisah menarik tentang Abdullah bin Abdul Muthalib (Ayah nabi) Abdul Muthalib sebagai kakek nabi pernah bernazar karena kekurangan tenaga dalam mengurus Ka’bah ia bernazar “kalau sampai memiliki sepuluh anak laki-laki maka salah seorang dari mereka akan di sembelih sebagai kurban untuk Tuhan, Latta, Uzza, Manab dan Hubal, anaknya takdir menentukan beliau mempunyai sepuluh anak laki-laki dan setelah itu tidak mempunyai anak lagi, dan Abdullah adalah anak yang paling bungsu

Maka sesuai nazarnya semua anaknya di kumpulkan dan semuanya patuh, maka sebagaimana tradisi pada masa itu setiap anak menuliskan namanya Qid-h (anak panah) lalu anak panah itu di bawa oleh Abdul Muthalib kepada juru panah untuk di undi sebagai sarana mengadu nasib yang hasilnya nanti akan menentukan siapa yang akan disembelih.

Lalu juru panah mengocok semua anak panah yang sudah di beri nama di hadapan dewa Hubal maka yang keluar adalah nama Abdullah, maka di bawalah Abdullah untuk disembelih di dekat Zam-zam antara berhala Isaf dan Na’ila.

Tetapi saat itu juga orang-orang Quraisy serentak melarang dan sebagai gantinya setelah meminta ampun kepada dewa Hubal dan meminta pendapat kepada seorang Dukun di Jathrib, maka diperoleh kesepakatan dengan tebusan 10 (sepuluh) ekor unta.

Adapun Abdullah sendiri menurut ahli sejarah beliau seorang pemuda yang tegap dan tampan beliau sebagaimana layaknya juga beliau melakukan perdagangan ke Syam dan meninggal dalam perjalanan arena sakit , adapun peninggalannya adalah lima ekor unta sekelompok ternak kambing dan seorang budak yang bernama Ayman (yang kemudian menjadi pengasuh nabi)

Wallau a’lam.

Akhlakul lilbanin bag.2

Akhlaqul lil banin bag. 2.

Bagian pertama klik di sini

الولد الاديب

(seorang anak yang berakhlak)

1. Seorang anak yang berahlaq menghormati kedua orang tuanya, dan saudara-saudaranya yang besar, dan semua orang yang lebih dewasa darinya, dan menyayangi saudara-saudaranya yang lebih kecil, dan juga semua orang yang lebih kecil darinya.

2. Dan jujur dalam bicaranya, rendah hati kepada orang lain, sabar atas penyakit, tidak memusuhi anak-anak yang lain, tidak bertengkar bersama mereka, tidak meninggikan suaranya(berteriak) apabila ia bicara atau tertawa.



Keterangan: seorang anak yang berakhlak, sudah sepantasnya ditunjukkan kebaikan akhlaknya itu dengan menghormati ke dua orang tua yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan yang jasanya tidak akan pernah dapat terbalas, pernahkah adik menghitung susu yang diminum dari sejak mulai menyusu s/d disapih baik susu ibu maupun yang lainnya, beras yang kita makan, uang jajan yang telah kita habiskan, berapa helai baju yang telah dibelikan ? dan masih banyak lagi.

juga guru yang membimbing kita, sejak kita tak sedikit pun mengenal huruf dan rangkaian kata lalu membentuk kalimat, mengajarkan kita berbagai macam benda, berbagai macam disiplin ilmu. Baik umum maupun spesialis, guru adalah orang tua di sekolah, di pengajian yang memberikan arahan kepada kita agar mempunyai kecerdasan intelektual, bahkan ketulusannya menjadi jaminan masa depan kita.

Menghormati saudara baik yang lebih tua maupun yang lebih mudah, serta semua orang yang juga menjadi bagian dari lingkungan kehidupan kita, yang nantinya akan mendidik secara alamiah kecerdasan emosional kita,

Jujur menjadi sifat utama Rasulullah yang harus menjadi contoh kita dalam pergaulan, rendah hati merupakan sifat utama yang akan memancing banyak orang bersimpati, adapun kesabaran membuat kita lebih tahan hidup dalam keadaan stabil lebih lama, jauh dari stres dan jauh dari putus asa sebab kesabaran merupakan kunci kuberhasil dalam menginginkan sesuatu.

Menjaga persahabatan jauh lebih penting dari pada mencari teman, sebab sahabat yang simpati karena kebaikan kita akan menjadi promosi berjalan yang akan menyiarkan kebaikan kita, dengan demikian teman akan banyak datang dengan sendirinya, oleh karena itulah , hindari pertengkaran , dan jauhi sikap-sikap kita yang tidak disukai dalam pergaulan.

Anak yang berakhlak juga tidak suka bersuara keras yang memekakkan telinga , baik dalam berbicara maupun dalam tertawa, karena suara bising akan mengganggu orang lain.