Kak Andy

Selasa, 25 Januari 2011

tertib pembukuan dalam pengajian

Seorang ibu pulang dari mendaftarkan anaknya sambil menggerutu, sementara di tangannya ada selembar map berikut isinya apa penyebabnya ?


Rupanya pihak pengajian mewajibkan setiap santri yang baru mendaftar untuk mengisi formulir pendaftaran dan pembelian beberapa buah kitab yang menjadi mata pelajaran dalam pengajian tersebut berikut kelengkapan dalam kegiatan belajar mengajar.

Sebahagian kita menganggap , bahwa mengaji itu sudah cukup dengan di awali permintaan dari orang tua kepada seorang guru atau ustad untuk mengajari anaknya, lalu setelah itu urusan ustadzlah bagaimana ke depannya anak itu selama mengaji.

Memperhatikan pendidikan agama bagi anaknya adalah kewajiban mutlak bagi orang tua, namun menyerahkan 100 persen kepada seorang guru adalah sesuatu hal yang tidak bisa dibenarkan, karena seorang ustad hanya memberikan bantuan tenaga, waktu dan keahlian dalam bidang agama adapun orang tua tetap harus berperan aktif dalam arti kata memantau perkembangan anaknya selama dilepas dalam lembaga tersebut dengan adanya hubungan yang intensif dan kontinu antara orang tua dan guru mengajinya, yang tidak kalah penting bagaimana orang tua bisa memberikan contoh yang baik di rumah sebagai fiqur yang dihormati karena di rumahlah waktu yang terbanyak bagi seorang anak, karena di pengajian paling lama hanya 1 atau 2 jam, sebuah ungkapan bahasa Arab mengatakan.

البت مدرسة الاؤلى

(rumah tangga adalah sekolah yang pertama)

Keperluan dan demi ketertiban administrasi, yah !.. itulah yang diterapkan pengajian yang ingin menata serapi mungkin manajemen lembaganya itulah yang dikeluhkan oleh ibu yang saya ceriterakan di atas,. Sebenarnya cukup sederhana, yang dibutuhkan lembaga pengajian

Pertama KK (kartu keluarga) yang tujuannya agar diketahui anak ke berapa yang sedang didaftarkan, karena ini berkaitan dengan masalah psikologis seorang anak , karena biasanya anak pertama kedua dan selanjutnya mempunyai sifat-sifat umum berkenaan dengan posisinya dalam keluarga.

Kedua : Ijazah atau raport kalau sudah sekolah, untuk diketahui tingkat kecerdasan sang anak agar memudahkan bagi guru untuk menempatkan dan memberikan bimbingan bagi sang anak.

Ke tiga : Photo 2 X 3 atau 3 X 4 untuk bukti diri dan kelengkapan yang akan di fail sebagai arsip pengajian.

Ke empat : mengisi formulir standar yang berisi data santri, orang tua dll serta kesediaan orang tua dan calon santri mengikuti atau menaati aturan-aturan pengajian yang berkenaan dengan hak dan kewajiban serta sangsi terhadap pelanggaran.

Sebenarnya sebuah lembaga pengajian yang ditata dengan administrasi yang rapi sudah menjadi keniscayaan untuk masa sekarang ini, sebagaimana yang di sabdakan Rasulullah .

Didiklah anakmu karena dia akan hidup masa akan datang ( bukan masa kini )(al-hadits)

Maksud hadits tersebut ialah agar sang anak siap dalam menghadapi masa depannya yang tentu berbeda tantangannya dengan masa orang tuanya. dan tentunya sesuatu kebanggaan bagi orang tua yang anaknya diterima dalam lembaga tersebut, sebab dengan pengaturan yang bagus orang tua bisa memantau perkembangan anaknya baik dari segi pengajaran (ilmu yang di dapat) maupun prestasinya dalam pengajian tersebut, seperti yang pernah saya jelaskan dalam posting tentang rekapitulasi pengajian.

Sebuah ayat mengingatkan kepada kita selaku orang tua agar mewaspadai masa depan sang anak dengan memberikan pendidikan agama yang cukup.

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.(QS 4;9)

Wallau a’lam bissawab.

Jumat, 21 Januari 2011

Al-aqidah Diniyah 1

Al-aqidah Diniyah

Merupakan kitab Aqidah yang disusun oleh “Abdur Rachman bin Siqaf husaini as sikaf al’alawi alhusaini asy-syafi’e al-asy ‘ari.


Kitab ini merupakan kitab kecil yang sangat cocok untuk anak seusia SD atau Ibtidaiyah.

Kitab ini merupakan pelajaran aqidah dalam bentuk tanya jawab, yang cukup simpel, atau mudah di pahami untuk anak seusia SD atau sederajat, namun tentunya diperlukan pula, dalam pembelajarannya penjabaran yang lebih luas dari sekedar penjelasan ringkas yang ada dalam kitab.

Aqidah merupakan hal yang sangat penting bahkan utama bagi seorang muslim, dan itu sudah harus ditanamkan sejak dini sebagaimana dialog yang terjadi antara Lukman dan anaknya.

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".(Qs;31;13)

Peringatan Luqman kepada anaknya, adalah pembelajaran Aqidah yang di tanamkan sedini mungkin.

Baiklah ! dengan memohon Rachmad Allah kita mulai pelajaran ini.

S. apakah yang di maksud dengan Aqidah secara keseluruhan ?

J. Aqidah secara menyeluruh ialah “ kita ridha kepada Allah sebagai tuhan, dan kepada Islam sebagai agama kita, Muhammad sebagai nabi dan rasul, dan al-Qur,an sebagai Imam, ka’bah sebagai kiblat, kepada orang Mukmin sebagai saudara, dan juga berlepas diri dari agama yang menyelisihi agama Islam kami beriman kepada semua kitab yang diturunkan oleh Allah dan semua rasul yang di utus oleh Allah, dan malaikat-Nya dan terhadap takdir baik maupun buruknya, dan terhadap hari akhir, dan semua apa yang di bawa oleh yang mulia nabi Muhammad SAW. Dari Allah yang arena Dia kita hidup, karena Dia kita mati, dan karena-Nya kami di bangkitkan jika Allah menghendaki. Di antara orang-orang yang beriman yang tidak ada rasa takut bagi mereka dan tidak pula mereka bersedih hati dengan keutamaan Allah.

S. berapakah rukun iman itu ?

J. Rukun Iman ada enam,

Pertama : beriman (percaya kepada Allah)

Kedua : beriman kepada para malaikat-Nya.

Ketiga; percaya kepada kitabnya

Keempat :percaya kepada rasul-Nya

Kelima; percaya kepada hari kiamat.

Ke enam : percaya kepada takdir baik dan buruknya.

S. apakah makna iman kepada Allah ?

J. makna Iman kepada Allah, ialah kita beri’tiqat, bahwasanya Allah SWT. Ada, terdahulu, abadi, menyelisihi kepada ciptaan-Nya , berdiri dengan sendiri-Nya, Esa , berkuasa, berkehendak, mengetahui, hidup , mendengar, melihat dan berfirman.

Begitulah terjemahan dari halaman ke tiga sebagai halaman awal dalam pelajaran kitab tersebut, dalam 3 tanya jawab ini tidak sulit bagi kita terutama anak seusia SD untuk memahami apa yang di inginkan oleh penyusun kitab ini, yakni memperkenalkan dasar-dasar Aqidah, secara sempurna, dengan memulai dari mengetahui sifat Allah yang kita kenal dengan sifat dua puluh.

Kamis, 20 Januari 2011

Minta idzin saat udzur

Hormatilah ilmu dan ahlinya,. Begitulah kitab taklim mutaklim menjelaskan.


Menghormati ilmu, berarti mengamalkannya, adapun menghormati ahli ilmu berarti menghormati guru.

Minta idzin !..

pernahkah terpikir bagi kita untuk minta idzin saat kita berhalangan atau udzur tidak bisa mengaji atau mengikuti kajian dalam taklim ? sebagian kita, atau bahan mayoritas kita menganggap tidak begitu penting untuk meminta idzin kepada pihak pengajar manakala kita tidak bisa hadir, dengan asumsi “karena pengajian bukanlah lembaga formal.

Tahukah anda !. bahwa di lembaga yang kita katakan bukan lembaga formal, duduk di dalamnya , orang-orang yang tulus meluangkan waktu, saat yang seharusnya mereka istirahat dari sibuknya bekerja, atau bahkan tidak bisa bekerja lantaran sebagian atau bahkan semua waktunya tersita untuk mengajar, lalu mengapa kita tak merasa penting untuk meminta idzin “bahwa kita atau anak kita tidak bisa hadir oleh karena sesuatu hal (tentunya yang urgen) dan logis, karena boleh jadi manakala sang santri tidak bisa hadir maka yang terjadi :

Sang guru akan berprasangka buruk , karena menganggap sang santri tak menghormati lembaga pengajian, padahal sebenarnya sang murid sedang sakit.

Sang murid akan ketinggalan pelajaran, bila pengajian menerapkan kurikulum.

Orang tua menganggap sang anak telah berangkat, padahal sang anak bolos, dan beberapa hal buruk lainnya.

Bila bukan kita yang menghormati lembaga pengajian lalu siapa lagi ?

Pengajian memang bukan lembaga formal, tapi di sana ;

anak kita di didik tentang akhlaq

tentang bagaimana mendirikan shalat

tentang bagaimana bermasyarakat

tentang agamanya, tentang keselamatan dunia akhiratnya,

tapi sejauh mana kita menghormati lembaga tersebut ?

kalau merasa sudah bagaimana bentuk penghargaannya ?

Rabu, 19 Januari 2011

Rekap

الحق بلا نظام يغلب الباطل بالنظام


Kebaikan yang tidak terorganisir, akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir

Begitulah nasihat saidina Ali karramallahu wajhah.

Rekap !.. rekaman hasil belajar yang di dalamnya berisi nomor, hari,tanggal , bulan dan tahun serta jus, surat dan ayat berikut nilai dan paraf merupakan bagian dari manajemen pengajian untuk mengetahui dan merekam jejak kegiatan setiap santri berikut prestasi dan kehadiran, dengan uraian penggunaan sebagai berikut :

Bulan ; untuk bulan kegiatan belajar mengajar.

Hari dan tanggal :agar lebih spesifik dalam merekam hasil pelajaran

Jus ; sampai jus berapa atau di jus ke berapa bacaan al-Qur,an seorang santri

Surat : di surat berapa ia sampai

Ayat :sampai dengan ayat berapa ia membacanya

Nilai : merupakan hasil atau prestasi membaca seorang santri, bisa A. Bila bagus tajwidnya,. Bisa B. Bila pertengahan (antara bagus dan jelek) untuk nilai B perlu di ulang. Bisa C. Kalau jelek sekali dan mutlak tidak boleh dinaikkan pada ayat selanjutnya sampai benar-benar bagus membacanya.

Paraf : atau tanda tangan guru merupakan absen bantu bahwa santri benar-benar maju mengaji kepada guru, dalam arti kata nilai tidak di buat sendiri.

Keberadaan Rekap atau rekaman belajar sangat penting, baik bagi pengajian maupun bagi orang tua atau wali santri yang ingin mengetahui sejauh mana keberhasilan seorang anak dalam pengajiannya, tentunya ini bisa diketahui bila orang tua kritis, yakni mau memeriksa rekap anaknya , sekaligus juga mengetahui kehadiran sang anak.

Rekap wajib dimiliki setiap santri agar memudahkan bagi guru untuk memantau hasil tadarusnya, meski yang bersangkutan dilepas oleh sang guru untuk tadarus sendiri.

Adapun dilepasnya tidak full melainkan ada pemantauan . yakni tetap privat maju ke guru meski hanya 1 kali dalam satu Minggu.